Jumat, 16 Februari 2024

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai - Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

 “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).

Bob Talbert


  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

    Filosofi Pratap Triloka, yang terdiri dari tiga semboyan "ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani," memiliki relevansi yang kuat dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin. Semboyan tersebut mendorong pemimpin untuk memberikan teladan, motivasi, dan dukungan.

Dalam konteks pengambilan keputusan, pemimpin perlu memberikan contoh yang baik (teladan) dalam membuat keputusan yang etis dan bijaksana. Motivasi (ing madya mangun karsa) diperlukan agar tim atau kelompok dapat termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan. Sementara itu, memberikan dukungan (tut wuri handayani) merupakan aspek penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengambilan keputusan yang efektif.

Jadi, filosofi Pratap Triloka secara langsung menyoroti pentingnya peran pemimpin dalam memandu, memotivasi, dan memberikan dukungan dalam konteks pengambilan keputusan untuk mencapai hasil yang positif.

 

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Dalam pengambilan keputusan, nilai-nilai yang kita anut memengaruhi prinsip-prinsip yang kita terapkan. Misalnya, nilai berpihak pada siswa mendorong pendekatan yang mengutamakan kebutuhan mereka. Mandiri mengacu pada memberi siswa tanggung jawab. Nilai inovatif mendorong mencari solusi baru. Kolaboratif mengedepankan partisipasi siswa. Nilai reflektif menekankan evaluasi. Integrasinya membantu pemimpin pendidikan menciptakan pengambilan keputusan yang efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan.


  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Materi pengambilan keputusan dalam pembelajaran memiliki keterkaitan yang erat dengan kegiatan coaching yang dilakukan oleh pendamping atau fasilitator. Coaching, sebagai proses bimbingan, bertujuan membantu individu mengidentifikasi tujuan, mengatasi hambatan, dan meningkatkan kinerja mereka, termasuk dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks pembelajaran, coaching berfungsi untuk mengevaluasi efektivitas keputusan, memastikan bahwa kepentingan dan kebutuhan siswa terpenuhi. Komunikasi efektif antara coach dan coachee melibatkan prinsip-prinsip seperti kehadiran penuh, mendengarkan aktif, dan pertanyaan reflektif. Penerapan coaching oleh pemimpin pembelajaran membantu guru-guru mengeksplorasi opsi keputusan yang mencerminkan nilai-nilai inti pendidikan seperti keadilan dan kesetaraan. Pentingnya coaching adalah untuk memastikan setiap keputusan mendukung perkembangan siswa dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan etis. Dengan demikian, keterlibatan coaching dalam pengambilan keputusan menjadi krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berfokus pada pembelajaran siswa, dan mendukung pengembangan potensi setiap individu secara optimal.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?
Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya memberikan dampak signifikan pada proses pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi dilema etika. Guru yang mampu memahami dan menempatkan diri secara empatik dapat lebih baik memahami perspektif situasi yang dihadapi, mengidentifikasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip etika yang relevan, serta mempertimbangkan berbagai faktor dengan objektif. Kepekaan sosial emosional guru membuka peluang untuk mengenal peserta didik secara lebih baik, menumbuhkan empati, dan memahami permasalahan dengan bijaksana. Dengan berpedoman pada 9 langkah pengambilan keputusan, guru dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan, regulasi, dan prinsip-prinsip yang berlaku, menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif, serta bertanggung jawab secara moral dan etis terhadap murid-muridnya.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Pembahasan studi kasus yang difokuskan pada masalah moral atau etika memberikan kontribusi penting bagi perkembangan seorang pendidik. Proses ini merangsang pertumbuhan empati dan simpati, memungkinkan pendidik untuk mengidentifikasi dan memetakan paradigma dilema etika dengan lebih bijaksana. Kemampuan dalam pengelolaan diri, terutama dengan kehadiran penuh (mindfulness), memperkuat keterampilan pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran yang terlatih akan selalu mengutamakan kepentingan dan kebutuhan murid, mencerminkan nilai-nilai kebenaran dan kebajikan. Pembahasan studi kasus ini juga melatih ketajaman analisis, memungkinkan pendidik untuk membedakan antara dilema etika dan bujukan moral. Kesimpulannya, keputusan yang diambil akan memberikan dampak positif pada pembelajaran, menciptakan lingkungan yang mendukung keberpihakan pada murid serta mencerminkan nilai-nilai moral yang kuat.

 

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Pengambilan keputusan yang tepat memiliki dampak signifikan pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman. Keputusan yang bijak dan sesuai dengan nilai-nilai kebajikan dapat membentuk budaya kerja yang harmonis dan mendukung. Lingkungan positif akan memotivasi karyawan atau peserta didik untuk memberikan kontribusi terbaik mereka, menciptakan suasana yang dinamis dan produktif. Keputusan yang memprioritaskan keselamatan dan keamanan akan menciptakan rasa percaya di antara anggota tim atau peserta didik. Dengan demikian, pengambilan keputusan yang tepat tidak hanya memengaruhi hasil akhir, tetapi juga membentuk dasar untuk hubungan yang baik, kolaborasi yang efektif, dan pembelajaran yang optimal.

 

  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Dalam menjalani proses pengambilan keputusan terhadap kasus dilema etika, saya menghadapi berbagai tantangan yang melibatkan aspek-aspek kompleks. Salah satu tantangan utama adalah konflik nilai-nilai, di mana setiap individu atau kelompok memiliki nilai-nilai yang berbeda, yang dapat menyulitkan untuk mencapai keputusan yang dapat memuaskan semua pihak. Selain itu, keterbatasan informasi juga menjadi kendala, terutama dalam situasi yang dinamis dan kompleks di mana informasi yang diperlukan sering tidak lengkap atau akurat. Tekanan waktu juga menjadi faktor yang mempengaruhi, di mana beberapa keputusan harus diambil dengan cepat tanpa cukup waktu untuk pertimbangan menyeluruh.

 

  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
Pengambilan keputusan dalam pengajaran memengaruhi bagaimana pendidik memerdekakan murid-murid. Keputusan-keputusan harus didasarkan pada pemahaman mendalam tentang karakteristik dan potensi unik setiap murid, termasuk nilai-nilai, minat, dan gaya belajar mereka. Pendidik perlu mempertimbangkan diversitas ini dalam menentukan jenis pembelajaran yang merangsang minat dan mendukung perkembangan masing-masing murid. Selain itu, keputusan-keputusan harus mengakomodasi gaya belajar yang berbeda, menggunakan variasi metode pengajaran, alat bantu yang sesuai, dan memberikan dukungan ekstra jika diperlukan. Dalam konteks pembelajaran yang memerdekakan, keputusan-keputusan perlu memberikan ruang bagi partisipasi aktif murid, mendorong kolaborasi, diskusi, dan eksplorasi kreatif. Keseluruhannya, pengaruh pengambilan keputusan terletak pada kemampuan pendidik menciptakan lingkungan inklusif, mendukung, dan memotivasi setiap murid untuk pengalaman pembelajaran yang positif.

 

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran memengaruhi kehidupan dan masa depan muridnya. Keputusan yang bijaksana menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif, mendukung perkembangan murid secara akademis, sosial, dan emosional, serta memotivasi mereka. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi unik setiap murid, pemimpin pembelajaran dapat menciptakan program pembelajaran yang sesuai dan memberdayakan murid. Keputusan terkait dengan pencegahan perundungan, kesejahteraan mental, dan peningkatan keterlibatan murid juga memiliki dampak jangka panjang pada kehidupan dan masa depan murid. Lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung pertumbuhan positif membentuk karakter dan keterampilan yang mempersiapkan murid untuk sukses di masa depan.
  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Kesimpulan akhir yang dapat saya ambil dari pembelajaran materi ini dan hubungannya dengan modul sebelumnya adalah bahwa pengambilan keputusan merupakan keterampilan kunci yang harus dimiliki oleh seorang guru. Dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pendidik, seorang guru perlu mengacu pada filosofi Ki Hajar Dewantara, karena setiap keputusan yang diambil akan mempengaruhi pola pikir dan karakter murid. Penting bagi guru untuk membuat keputusan berdasarkan budaya positif dan mengikuti alur yang terstruktur, seperti BAGJA, agar keputusan tersebut memberikan manfaat bagi banyak orang, menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, menghadapi berbagai dilema etika dan bujukan moral. Panduan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu mengutamakan kepentingan murid.

 

  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
Dalam mengevaluasi modul ini, pemahaman tentang dilema etika, bujukan moral, paradigma, prinsip, dan langkah-langkah pengambilan keputusan menjadi landasan utama. Melalui pembelajaran ini, terungkap bahwa pengambilan keputusan tidak semata-mata tentang pertimbangan rasional, melainkan juga melibatkan aspek emosional dan moral. Ternyata, paradigma individu vs. kelompok, rasa keadilan vs. kasihan, kejujuran vs. kesetiaan, dan jangka pendek vs. jangka panjang, bersama tiga prinsip (berbasis rasa peduli, peraturan, dan hasil akhir) serta sembilan langkah pengambilan keputusan, membentuk kerangka kerja yang kompleks namun esensial dalam menghadapi dilema etika dan bujukan moral. Selain itu, pembahasan studi kasus memperkaya wawasan mengenai bagaimana moralitas dan etika membentuk kebijakan pendidikan. Penerapan konsep-konsep ini dalam pengambilan keputusan membawa dampak positif pada lingkungan pembelajaran, menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua pihak terlibat.

 

  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Pernah, sebelum mempelajari modul ini, saya telah menghadapi situasi moral dilema sebagai pemimpin. Bedanya, setelah mempelajari modul ini, saya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep paradigma pengambilan keputusan, prinsip-prinsip yang melibatkan rasa peduli, peraturan, dan hasil akhir, serta langkah-langkah pengujian keputusan. Modul ini memberikan kerangka kerja yang lebih terstruktur dan holistik, memungkinkan saya untuk lebih sistematis dalam mempertimbangkan nilai-nilai dan konsekuensi dalam pengambilan keputusan di situasi dilema etika. Dengan pengetahuan baru ini, saya merasa lebih siap dan memiliki landasan yang kuat untuk menghadapi tantangan dalam pengambilan keputusan moral sebagai seorang pemimpin.

 

  • Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampak mempelajari konsep ini sangat signifikan bagi saya. Sebelumnya, saya mungkin lebih cenderung mengambil keputusan berdasarkan intuisi dan pengalaman tanpa memahami secara mendalam konsep paradigma, prinsip-prinsip dasar, dan langkah-langkah pengambilan keputusan. Setelah mengikuti pembelajaran modul ini, saya mampu merinci dan mempertimbangkan aspek-aspek seperti paradigma, prinsip rasa peduli, peraturan, dan hasil akhir, serta langkah-langkah pengujian keputusan dengan lebih terstruktur.

Perubahan yang terjadi pada cara saya dalam mengambil keputusan adalah lebih sistematis dan reflektif. Saya kini lebih cenderung memahami dampak nilai-nilai yang terlibat dan mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin timbul. Selain itu, saya dapat melakukan pengujian keputusan dengan lebih hati-hati, memastikan bahwa keputusan yang diambil sesuai dengan prinsip-prinsip etika dan dapat diterima oleh berbagai pihak. Dengan demikian, pembelajaran modul ini telah meningkatkan kemampuan saya dalam mengambil keputusan, terutama dalam situasi dilema etika.

 

  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Mempelajari topik modul ini sangat penting bagi saya, baik sebagai individu maupun sebagai seorang pemimpin. Sebagai individu, pemahaman konsep dilema etika, bujukan moral, paradigma pengambilan keputusan, prinsip dasar, dan langkah-langkah pengambilan keputusan memberikan landasan yang kuat untuk memahami kompleksitas situasi moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai seorang pemimpin, memahami konsep ini memiliki implikasi yang signifikan pada kemampuan saya dalam mengambil keputusan yang tepat dan etis. Seorang pemimpin harus mampu menjalankan tugasnya dengan mempertimbangkan nilai-nilai kebajikan, memecahkan dilema etika, dan merespons bujukan moral. Hal ini tidak hanya berdampak pada pengambilan keputusan individu, tetapi juga membentuk budaya organisasi yang lebih baik dan lebih beretika.

Dengan memahami konsep-konsep tersebut, saya dapat menjadi pemimpin yang lebih efektif, bertanggung jawab, dan sensitif terhadap nilai-nilai moral. Oleh karena itu, bagi saya, mempelajari topik modul ini menjadi suatu keharusan untuk pengembangan pribadi dan profesional, khususnya dalam konteks kepemimpinan.

Rabu, 29 Oktober 2014

Persiapan Menuju Kota Para Santri

Jakarta 17 Juni 2014

Pagi yang dingin dengan gelap yg masih menggantung dilangit kota Jakarta. Memberikan kedamaian bagi hati yang rindu akan pesona alam yang telah lama tiada. Mensyukuri nikmat dalam kebahagian tiada tara. Dalam kehidupan tiada duga.

Hari ini 17 juni 2014, perjalanan menuju kota santri dimulai. Rasa rindu terhadap pepohonan dan hijau lahan serta gunung landai. Seolah memberikan seribu janji tentang kehidupan yang damai.

Hari ini 17 juni 2014, perjalanan hidup seorang anak mencapai titik kematangan. Tepat 21 tahun yang lalu aku dilahirkan. Dan kini ku telah berani menghadang topan. Walau hanya berbekal tekad dan harapan.

Hari ini 17 juni 2014. Tim kesayanganku meraih kebahagiaan yang besar. Membobol jaring lawan hingga gusar. Memporakporandakan tim lawan hingga saling bertengkar. Jerman melawan portugal menghasilkan skor 4-0.

Hari ini 17 juni 2014. Kebahagian sudah sangat berlimpah. Terimakasih terucap kepada pemberi rahmah. Atas segala suka dan duka yang tercurah.

#mari kembali bersiap merapikan barang yang akan kubawa

Jumat, 12 September 2014

Gunung Yang Terbelah

Langit masih sangat gelap ketika kak fafa berteriak di depan campku untuk mengajakku makan sahur. Astaga baru kali ini aku tidak terbangun saat mr. Lidar membangunkan kami. Aku segera bergegas makan, mandi dan menunaikan sholat subuh. Hari ini kami punya sebuah jadwal jalan2. Ke tempat asal dari gundukan pasir yang banyak menutupi daerah jawa timur dan tengah baru2 ini.

Gunung kelud. Itulah tujuan kami hari ini. Kami ingin sejenak melepaskan penat dari lelahnya belajar di kampung inggris. Kami ingin melihat karya Tuhan yang baru saja Ia selesaikan. Terbayang di benakku hijau gunung dan teriknya matahari. Ah tak terlalu istimewa bagiku. Bukannya aku tidak bersyukur atas apa yg diberikan Tuhan. Tapi aku memang sangat ingin ke Bromo. Yah Bromo tempat yang sangat ingin kukunjungi. Kupikir kalau hanya sekedar melihat pemandangan hijau gunung, untuk apa aku datang jauh2 ke jawa timur. Di puncak jawa barat juga ada. Hehehee tapi yah... kupikir pergi keluar untuk menghirup udara segar digunung adalah ide bagus untuk menghilangkan penat.

Aku memulai perjalan tepat jam 5 pagi. Kupikir aku akan hanya pergi berenam bersama kak fafa, risa, devia, icha dan lintang karena Atsa sudah ada janji dengan riza untuk pergi ke Madura. Tapi ternyata mr. Wahab dan mr. Ega ikut bergabung bersama. Selain itu ada juga beberapa anak lain yang berasal dari PEACE. Yah lumayan menambah daftar kenalan kami.

Selama perjalanan aku mencoba memanfaatkan waktu untuk menghafal presentasi speaking yg harus aku sajikan di hari senin. Sayangnya itu tak bertahan lama. Aku malah tertidur lelap hingga tiba di rest area pertama gunung kelud. Astaga betapa pemalasnya aku. Menghapal begitu saja aku tidak kuat. Iyuuh

Sesampainya diatas gunung kelud angin menerpa sangat kencang. Udara dingin juga sudah terasa menusuk badan. Aku masih berasa biasa saja ketika keluar dari mobil elf yg mengantarkan kami. Tidak terlalu special, cibirku dalam hati. Gunung macam apa ini hanya sedikit ditumbuhi  tanaman. Benar2 kurang menarik. Saat itu aku masih menghadap ke arah mobil ketika ms. Fafa dan risa minta ijin ke toilet.

akupun memutar tubuh untuk menyusul yang lain. Astaga. Tempat apa yg sedari tadi berada di belakangku. Gunung yang sangat tinggi tertutup oleh pasir. Tidak aku salah bukan gungung tinggi yang tertutup pasir lebih tepatnya BEBERAPA gunung tinggi yg tertutup pasir. Astaga aku di Bromokah? Pikirku sejenak. Tapi aku seketika tersadar ketika melihat tulisan "dilarang mendekati gunung kelud dalam radius 3 km"


Yah inilah gunung yang baru saja meletus itu. Yang bahkan debunya sampai menutupi jogja dan sekitarnya. Semua permukaan gunung tertutup oleh pasir. Semua tumbuhan di sekitar jalur erupsi hilang. Semua pohon hanya meninggalkan batangnya saja tanpa daun, mereka semua menjadi tandus. Bahkan gunung ini terlihat sangat terbelah tepat ditengah jalur lahar dingin. Subhanallah. Engkau yang maha kuat dan maha mengetahui.

Gunung kelud, jawa timur.

NB: mengapa saya menyebutnya sebagai gunung yang terbelah, karena saya melihat pemandangan 2 gunung di daerah ini yang membentuk sebuah gapura besar bagai pintu masuk kearea tengah gunung


 inilah foto yang diambil kak icha secara diam-diam, saat kak risa mengambil foto kami.
kak risa, devia, lintang, kak fafa dan saya

 inilah salah satu foto yang diambil secara diam-diam saat saya sedang berbicara dengan kak fafa. karena foto ini lumayan lucu, saya ingin mengenangnya disini.

sedang foto yang terakhir ini adalah foto seluruh kawan yang ikut ke gunung kelud. semoga kita dapat dipertemukan lain waktu

Sabtu, 30 Agustus 2014

Angin Berbisik Itu Kuhampiri

Subuh ini kupaksakan mataku untuk bangun. Aku kapok menuruti kemalasanku yang sering merepotkan diriku.

Oh iya hari ini aku mau ke Bromo loh. Iya benar bromo. Gunung yg isinya benar2 pasir dan sangat indah itu. Tempat yang selalu ingin kukunjungi sejak aku masih kecil. Entahlah apa yang ada disana. Yang jelas mendengar namanya saja seolah telah memberikan sebuah kebahagiaan dalam benakku.

Aku membayangkan pasir. Matahari. Awan. Tawa riang. Mobil yang berjejeran. Padang semak yang luas. Alunan angin. Gesekan debu yang menimbulkan alunan yang saling bersautan. Hemmm... semuanya membuatku ingin memutar waktu 18 lebih cepat dari sekarang.

Sayangnya atsa bingung dia mau ikut atau tidak. Rasanya kesempurnaan itu akan kurang tanpa kehadirannya. Walaupun ia teman baruku. Rasanya tetap kurang lengkap tanpa kehadirannya.
Pare 20 Juli 2014
NB: akhirnya atsa ikut juga ke bromo rasa senang bisa mendengarkan nyanyian syahdu disana ketenangan yang tak pernah tergantikan. diberikan langsung oleh alam Bromo.
 ini adalah kawasan padang savana... semua gunung dibelakangnya tertutup kabut
 ini adalah semeru,,, hehehe,, tapi saya ndak tau pastinya siih
 nah ini kak icha sang photografer dan patih
 riana, ega, fandi, saya, efran, icha, galang, iman, sri, ummi, atsa dan fatih, entah kemana perginya zul dan riza

 dan tepat dibelakang saya, BROMO dengan kabut mengelilinginya,, like a kingdom midle cloud
 ini satu-satunya foto saya yang dapat menangkap gunung,, sisanya selalu tertutup awan

 ini kawasan padang savana, yuk tetap kita jaga dengan tidak menyalakan api disana

 seperti inilah kondisi gunung disana, selalu tertutup oleh kabut

Altitude 3676

Saya tidak akan pernah tau kemana kaki ini akan pernah melangkah suatu saat nanti. Saya hanya berharap suatu saat saya bisa menjejakkan kaki di puncak tertinggi pulau kelahiran saya. Melewati penduduk ranu pane yang ramah. Melewati ranu kumbolo yang masih bisa dijadikan sumber kehidupan. Oro oro ombo yang menampilkan lanscape savana secara sempurna. Bukit cinta yg konon dapat mewujudkan keinginanmu. Meratapi kesedihan yg tergambar di kalimati. Beristirahat sejenak di arcopodo. Hingga akhirnya merangkak menuju Altitude 3676. Puncak para dewa, mahameru.

Nova Yuniansa
Pare, kediri, 14 august 2014

69 Tahun Kemerdekaan NKRI

Subuh pertama di tanah perbatasan kerajaan kediri dan majapahit untuk merayakan 69 tahun kemerdekaan negeri ini. Walau yang lain sedang merayakannya di pendakian bromo dengan menantang kedatangan sang surya, biarlah kusambut hari bahagia ini dengan menatap sang langit dan mendengar suara syahdu yang bersautan antara satu menara dengan menara lainnya. Biarlah langit menjadi saksi bahwa semua rakyat masih senang tinggal dan hidup di negara ini. Tidak hanya mengolok dan menghina, meratapi dan merujuk, mencaci dan membuli, negaranya sendiri. Inilah negara yang dipersembahkan oleh kakek, nenek dan mungkin uyut-uyut kita. Negara yg mereka persembahkan untuk kita dengan tetesan air mata, darah dan harta mereka. Tanpa perduli kehidupan mereka sendiri. Hanya kita yg dipikirkannya. Generasi penerus mereka.

Terima kasih jendral Soedirman, terimakasih Pangeran Diponegoro, terimakasih Cut Nyak Dien. Terimakasih semua pahlawan negara ini. Karena kalian kami sekarang bisa hidup lebih baik. Maafkan kami yg belum bisa menjayakan negara ini tapi kami masih selalu bersemangat mewujudkannya.

DIRGAHAYU INDONESIAKU
69 TAHUN KEMERDEKAAN NKRI

nova yuniansa
17 agustus 2014
Batas kediri dan majapahit, Pare, Jawa Timur.
NB: sore harinya aku pergi ke air terjun Dholo, Gunung Wilis
 ini adalah sangsaka merah putih yang dikibarkan di leher gunung wilis,, bahkan bendera ini terlihat dari tengah kota kediri.
 inilah saya dengan bangga menghormati keagungan sang saka merah putih
 lintang, ummi, saya dan sri
 inilah teman-teman sekamar saya

 ummi, laili, kartika, lintang dan saya

Sabtu, 29 Juni 2013

Days Of The Week Song

Days Of The Week Song

There are seven days in every single week
And every single one of them has it's own special name
And every name is different, each one is unique
But the order that they follow is always the same

Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday
Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday

Monday follows Sunday
Tuesday follows Monday
Wednesday follows Tuesday
Then Thursday comes along
Friday follows Thursday
Saturday follows Friday
And Sunday follows Saturday,
And that's the week day song

Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday
Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday

Monday follows Sunday
Tuesday follows Monday
Wednesday follows Tuesday
Then Thursday comes along
Friday follows Thursday
Saturday follows Friday
And Sunday follows Saturday,
And that's the week day song

Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday
Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday


London Bridge Is Falling Down

London Bridge Is Falling Down

London Bridge is falling down, Falling down, falling down. 
London Bridge is falling down, My fair lady. 
Build it up with sticks & stones, sticks & stones, sticks & stones. 
Build it up with sticks & stones, My fair lady. 
Sticks & stones will all fall down, All fall down, all fall down 
Sticks & stones will all fall down, My fair lady.
Build it up with wood & clay Wood & clay, wood & clay
Build it up with wood & clay My fair lady. 
Wood and clay will wash away, Wash away, wash away 
Wood and clay will wash away, My fair Lady. 
Build it up with iron and steel, Iron and steel, iron and steel, 
Build it up with iron and steel, My fair Lady. 
Iron and steel will bend and bow, Bend and bow, bend and bow, 
Iron and steel will bend and bow, My fair Lady. 
London Bridge is falling down, Falling down, falling down. 
London Bridge is falling down, My fair lady.


Minggu, 19 Mei 2013

Rumah Paku


Saya teringat kisah yang diceritakan oleh guru ngaji saya diwaktu kecil.
Suatu hari beliau bercerita tentang seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya. Begini kira-kira ceritanya.....

Alkisah ada seorang kyai (guru ngaji) memiliki seorang anak yang entah mengapa sangat berbeda dengan saudaranya yang lain.. Jika saudara-saudaranya yang lain memiliki sifat yang sangat baik. Maka anak ini memliki sifat yang sangat buruk... Suatu hari sang ayah sangat kesal dengan sikap anaknya yang tak pernah berubah. Akhirnya ia memutuskan untuk menancapkan sebuah paku kedinding rumahnya setiap kali sang anak berbuat salah. Hari telah berganti. Tahun demi tahunpun telah berlalu. Akhirnya semua dinding rumahpun telah penuh dengan paku. Sampai tak ada tempat sedikitpun untuk menancapkan paku di dinding rumah itu.

Selang beberapa hari tiba-tiba sang ayah menghembuskan nafas terakhirnya. Sang anak yang merasa bersalah dengan perbuatannya selama ini, akhirnya memutuskan untuk bertobat. Iapun berfikir untuk mulai mencabut satu persatu paku yang ada disetiap dinding rumahnya. Setiap ia melakukan sebuah kebaikan ia mencabut satu paku. Ia berusaha sebanyak mungkin berbuat kebaikan agar paku yang ada di dinding rumahnya habis tercabut.

Pada akhirnya semua paku dirumah tercabut. Sang anak baru menyadari pesan dari sang ayah sesungguhnya. Perbuatan buruk walaupun sudah dibalas dengan kebaikan, belum dapat sepenuhnya terlihat baik. Hal ini terbukti dari banyaknya sisa paku didinding rumah sang anak.

Pesannya : “ingatlah semua perbuatan buruk pasti akan menyisakan kotoran di hati. Dan kotoran ini sangat sulit untuk dibersihkan, jaga terus hati mu”

Ciri-Ciri Bilangan Yang Habis Dibagi


Seringkali kita menemukan soal olimpiade bentuknya mencari bilangan yang habis dibagi.setelah beberapa kali searching di mbah google ternyata ditemukan ulasan sebagai berikut semoga sedikit membantu
waktu kita membagi kadang bingung, dengan angka yang banyak misalnya, bisa dibagi apa tidak ya,nah misa membaca dan mendapatkan sumbernya dari teman-teman yang ada di SOUL-MATE-MATIKAdan menShare untuk teman-teman di indonesiaindonesia.com.caranya gampang aja kok, cek it dot yaaakk

BILANGAN HABIS DIBAGI 2
 Suatu bilangan habis dibagi 2, ciri-cirinya adalah bilangan yang berakhiran (berangka satuan) 0, 2, 4, 6, 8. Dengan kata lain bilangan itu adalah bilangan genap.
Contoh: apakah 74 habis dibagi 2? Karena 74 merupakan bilangan genap (Ingat rumus untuk bilangan genap. Rumus untuk bilangan genap adalah 2k untuk sebarang k bilangan bulat. Sedangkan untuk bilangan ganjil yaitu 2k-1 untuk sebarang k bilangan bulat). Karena 74 memenuhi rumus bilangan genap, maka 74 habis dibagi 2. 74 : 2 = 37

 BILANGAN HABIS DIBAGI 3
Jumlah digit-digitnya habis dibagi 3Contoh: Apakah 213 habis dibagi 3? Akan kita jumlahkan digit-digit pada bilangan 213. Didapatkan, 2 + 1 + 3 = 6. Karena 6 (hasil dari penjumlahan digit-digitnya) habis dibagi 3. Maka bilangan itu (213) habis dibagi 3. Apakah -345 habis dibagi 3? Langkahnya sama. Kita jumlahkan digit-digitnya dan menghiraukan tanda negative. Jangan tertipu oleh tanda negatif.

BILANGAN HABIS DIBAGI 4
Dua digit terakhir habis dibagi 4. Lebih mudahnya yaitu puluhan dari bilangan itu habis dibagi 4.Contoh: Apakah 324 habis dibagi 4? Dua digit terakhir yaitu 24. Dan 24 habis dibagi 4. Sehingga 326 habis dibagi 4. Apakah 2006 habis dibagi 4? Tidak. Karena dua angka terahirnya yaitu 06. Sedangkan 06 tidak habis dibagi 4. Sehingga 2006 tidak habis dibagi 4.

BILANGAN HABIS DIBAGI 5
Bilangan tersebut berakhiran 0 atau 5.Contoh: Apakah 3255 habis dibagi 5? Digit terakhir adalah 5. Sehingga 3255 habis dibagi 5. Apakah 2005 habis dibagi 5? Sangatlah mudah menentukan ciri bilangan habis dibagi 5

BILANGAN HABIS DI BAGI 6
Ciri Bilangan yang habis dibagi 6 adalah bilangan genap yang jumlah angka-angkanya habis dibagi 3. Atau bilangan yang habis dibagi 3 dan habis dibagi 2.Contoh: apakah 234 habis dibagi 6? Sekarang kita perhatikan jumlah angka-angkanya. 2 + 3 + 4 = 9. Dan 9 habis dibagi 3. Karena jumlah angka-angkanya habis dibagi 3 dan bilangan itu genap. Maka 234 habis dibagi 6.

BILANGAN HABIS DI BAGI 7
Bila bagian satuannya dikalikan 2, dan menjadi pengurang dari bilangan tersisa. Jika hasilnya habis dibagi 7,maka bilangan itu habis dibagi 7.
Contoh: apakah 5236 habis dibagi 7? Kita pisahkan 6 (satuannya), kemudian 523 – (6 x 2) = 511. Apakah 511 habis dibagi 7? 51 – (1 x 2) = 49. Karena 49 habis dibagi 7maka 5236 habis dibagi 7.

BILANGAN HABIS DI BAGI 8
Tiga digit terakhir habis dibagi 8.Contoh: apakah 3125 habis dibagi 8? Tiga digit terakhir yaitu 125. Dan 125 habis dibagi 8. Sehingga 3125 habis dibagi 8. Bagaimana dengan 56? Tidak jadi masalah karena 56 = 056. Sehingga tiga digit terakhirnya yaitu 056. dan 56 habis dibagi 8.Sehingga 56 habis dibagi 8.

BILANGAN HABIS DI BAGI 9
Jumlah angka-angkanya habis dibagi 9 atau merupakan kelipatan 9.Contoh: apakah 819 habis dibagi 9? Jumlah digit-digitnya yaitu 8 + 1 + 9 = 18. Dan 18 habis dibagi 9.Sehingga 819 habis dibagi 9.

BILANGAN HABIS DI BAGI 10
Angka satuannya adalah 0.Contoh: apakah 8190 habis dibagi 10? Angka satuan=0, maka 8190 habis dibagi 10.

BILANGAN YANG HABIS DI BAGI 11
Bilangan yang habis dibagi 11 yaitu jika bilangan tersebut merupakan kelipatan 11. Ciri bilangan habis dibagi 11 yaitu jika jumlah digitnya dengan berganti tanda dari digit satuan hasilnya habis dibagi 11.
contohnya:#Apakah 1234 habis dibagi 11?Maka yang kita lakukan adalah menjumlahkan dengan tanda berselang seling dari digit satuan. Tanda dimulai dari positif. Maka mengechecknya 4 – 3 + 2 – 1 = 2. Karena 2 tidak habis dibagi 11, maka 1234 juga tidak habis dibagi 11.
#Apakah 803 habis dibagi 11?3 – 0 + 8 = 11. Maka 803 habis dibagi 11.

BILANGAN YANG HABIS DIBAGI 13
Ciri bilangan habis dibagi 13 adalah bilangan asal dipisahkan satuannya. Kemudian dikalikan 9 (multiplier dari 13). Dan bilangan yang setelah dipisahkan tadi dikurangi dengan 9 kali bilangan satuannya.Misalnya bilangan awal kita adalah abcdefg, maka ciri bilangan habis dibagi 13 adalah (abcdef) – 9g. Jika hasilnya habis dibagi 13, maka bilangan semula juga habis dibagi 13.
Contoh: Apakah 3419 habis dibagi 13 ? Kita pisahkan 341 – 9(9) = 341 – 81 = 260.Karena 260 habis dibagi 13, maka 3419 habis dibagi 13.Kita coba angka yangg lebih besar. Misal Apakah 12818 habis dibagi 13?1281 – 9(8) = 1281 – 72 = 1209120 – 9(9) = 120 – 81 = 39.39 habis dibagi 13, maka 12818 habis dibagi 13.

BILANGAN HABIS DI BAGI 15
Angka satuannya adalah 0 atau 5. Jumlah angkanya habis dibagi 3.Contoh: apakah 8190 habis dibagi 15? Angka satuan=0, Jumlah angkanya = 8+1+9+0=18 (habis dibagi 3), maka 8190 habis dibagi 15.

 BILANGAN YANG HABIS DIBAGI 17
Ciri bilangan habis dibagi 17 adalah jika bilangan tersebut dipisahkan antara satuannya dan sisa angkanya kemudian jika sisa angkanya dikurangi dengan 5 kali satuannya dan hasilnya habis dibagi 17. Maka bilangan semula habis dibagi 17.
contohnya: apakah 153 habis dibagi 17?Langkah pertama yaitu memisahkan bilangan tersebut dengan satuannya. 153 menjadi 15 dan 3. Kemudian kita lakukan langkah pada syarat tersebut.15 – 3(5) = 0.Karena 0 habis dibagi 17, maka 153 juga habis dibagi 17.
Contoh lain yang lebih panjang yaitu apakah 5338 habis dibagi 17?Kita lakukan langkah-langkah yang telah diberikan sebelumnya.533 – 8(5) = 49349 – 3(5) = 34Karena 34 habis dibagi 17, maka 5338 habis dibagi 17.

CIRI BILANGAN HABIS DIBAGI 19
Ciri bilangan habis dibagi 19 yaitu jika satuannya dikalikan dua dan ditambahkan pada angka sisa (angka semula yang dibuang satuannya) dan hasilnya habis dibagi 19 maka bilangan itu habis dibagi 19.
Contoh: Apakah 209 habis dibagi 19?Secara perhitungan biasa, 209 habis dibagi 19. Karena 19 x 11 adalah 209. Sekarang bagaimana jika kita menggunakan ciri bilangan habis dibagi 19 menggunakan cara yang telah disebutkan di atas. Sekarang kita perhatikan angka 209. Angka tersebut satuannya kita pisah.Diperoleh angka-angka baru yaitu 20 dan 9.Kemudian langkah selanjutnya yaitu angka satuan kita kalikan dua dan kita jumlahkan dengan angka yang lain yang telah dipisah tadi. Diperoleh, 20 + 9(2) = 28. Dan karena 38 habis dibagi 19, maka bilangan asal tadi juga habis dibagi 19. Sehingga, 209 habis dibagi 19.
Sekarang kita lanjutkan untuk contoh dengan angka yang lebih besar.Apakah 9937 habis dibagi 19?Kita lakukan langkah-langkah yang telah diberikan tadi. 933 + 7(2) = 1007. Tentunya sekarang kita dapatkan angka yang lebih kecil. Untuk mengecheck apakah 1007 habis dibagi 19, maka kita lakukan langkah yang sama. Dengan cara yang sama. 100 + 7(2) = 144. Kita lanjutkan dengan mengecheck apakah 114 habis dibagi 19. Kita peroleh, 11 + 4(2) = 19.Dan karena 19 habis dibagi 19, maka 114 habis dibagi 19. Dan diperoleh 1007 habis dibagi 19. Dan akhirnya 9937 juga habis dibagi 19.

Menghitung Bangun Datar Tanpa Menghafal Rumus


Jika kamu pernah mendengar lagunya Almarhum Mbah Surib yang judulnya Bangun tidur tidur lagi bangun…..tidur lagi…
Lagu ini menginspirasi tentang mencari luas bangun datar cukup dengan kata kunci bangun dan tidur. 
Bangun diartikan sisi yang berdiri/vertikal/tegak/tinggi dan tidur diartikan sisi yang datar/horizontal
Namun saya sudah kelompokkan bangun datar menjadi 2 kelompok yaitu bangun yang memiliki segitiga dan bangun yang tak memiliki segitiga.
Luas bangun tanpa segitiga = bangun x tidurLuas bangun dengan segitiga = ( bangun x tidur ): 2
Mari kita permudah melalui gambar,,

mudah bukan,,, selamat berusaha,, jangan malas mencoba yah...

Senandung Di Balik Awan

Oh, kabut membayangi langkahku
Oh, mendung menyertai hariku
Namun harapanku tak pernah mati
Seperti senandungku yang tak henti

Satu hari kupastikan diriku
Akan pergi meraih cita-cita
Takkan harapanku, tak akan mati
Seperti senandungku yang tak henti

Dari balik awan, kulihat cahaya
Dari balik awan, kudengar jawaban
Dari balik awan, kukejar impianku
Dari balik awan, kan kugenggam matahari

(Dari balik awan, kulihat cahaya
kudengar jawaban, kukejar impian, kan kugenggam matahari….)

Satu hari kupastikan diriku
Akan pergi meraih cita-cita
Takkan harapanku, tak akan mati
Seperti senandungku yang tak henti

Dari balik awan, kulihat cahaya
Dari balik awan, kudengar jawaban
Dari balik awan, kukejar impianku
Dari balik awan.. Dari balik awan..
Dari balik awan, kan kugenggam matahari..


Masihkah ada yang mengingat senandung ini???

oh denias, langkah kakimu begitu panjang,
pemikiranmu begitu lantang,
tak terhenti hanya karena lelah,
tak terhenti hanya karena tanah,

gelora jiwamu semoga dapat tertanam dalam hati pemuda Indonesia.